Kamis, 22 Maret 2012


MACAM-MACAM GOLONGAN PEMUDA KETIKA LIBURAN
                         oleh: Zainal M
Kehiupan seorang mukmin di dunia ibarat sedang belajar di sebuah universitas besar. Yakni universitas kehidupan yang penuh dengan pelajaran dan hikmah. Dari manapun, dengan siapapun dan bahkan dari apapun kita bisa belajar. Ketika musim liburan tiba, para pemuda Islam terbagi menjadi 3 golongan:
1.  Golongan yang menganiaya dirinya sendiri
2.  Golongan yang bersikap pertengahan
3.  Golongan yang menjadi pelopor kebaikan

 Golongan yang menganiaya diri sendiri
Pemuda yang termasuk golongan ini adalah mereka yang mengira bahwa hidup ini hanya sekedar untuk bersenang-senang, bernyanyi, dansa, main-main, hiburan, makan, minum, tidur dan pulang. Mereka tidak menyadari bahwa Allah akan meminta pertanggung jawaban darinya atas setiap detik yang ia habiskan dalam hidupnya. Secara lahir mungkin  pemuda tersebut kelihatannya selalu menyenangkan dirinya, tidak pernah mau ambil pusing. Namun sesungguhnya pemuda tersebut telah menganiaya dirinya sendiri tanpa ia sadari. Dia adalah pemuda yang menjadikan liburan atau masa cutinya untuk melampiaskan ambisi nafsunya, melakukan berbagai pelanggaran dan menambah keburukan. Dia adalah pemuda yang lupa akan adanya pengawasan Allah yang selalu memperhatikannya, dan ia lupa akan hari perjumpaan dengan-Nya. Pemuda dari golongan ini selalu menunggu-nunggu masa liburan sekolah dengan penuh antusias untuk memuaskan dirinya dengan berbagai kesenangan. Adapun mengenai shalat 5 waktu, jangan anda tanyakan soal itu, karena sesungguhnya mereka telah menyia-nyiakannya; Al-qur’an telah ditinggalkannya, dzikir tidak lagi dikenalnya, dan masjid pun tidak pernah didatanginya.
v Golongan yang bersikap pertengahan
Pemuda golongan ini tidak memanfaatkan waktu liburannya untuk durhaka kepada Allah. Bahkan mereka memanfaatkannya untuk hal-hal yang diperbolehkan seraya menunaikan hal-hal yang difardhukan dan menjauhi hal-hal yang diharamkan. Akan tetapi mereka gunakan waktu liburannya untuk tidur-tiduran. Bila tidak tidur, mereka disibukkan dengan jalan-jalan, picnic,dan rekreasi. Mengapa mereka tidak memanfaatkan waktu liburnya untuk hal-hal yang bermanfaat seperti membaca Al-qur’an, membaca buku, dan menambah ilmu pengetahuan?
Sebagian kalangan ilmuwan ada yang mengatakan bahwa barangsiapa yang tidur selama delapan jam setiap 24 jamnya, berarti ia telah menghabiskan usianya yang enam puluh tahun hanya untuk tidur dua puluh tahun. Sisanya yang empat puluh tahun hanya ia gunakan untuk main-main, melakukan hal-hal yang tidak berguna dan disibukkan dengan duniawi dan uang.
v Golongan yang mempelopori kebaikan
Mereka adalah pemuda Islam, pembimbing tauhid, dan penyuluh ajaran nabi Muhammad saw, dan mereka adalah orang-orang yang akan membawa fajar yang baru bagi agama Islam. Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang mengerti arti kehidupan yang sesungguhnya. Mereka mengetahui bahwa kelak mereka akan berdiri di hadapan Allah Swt. Mereka mengethaui bahwa umur enam puluh tahun atau tujuh puluh tahun adalah ladang untuk kehidupan akhiratnya. Mereka mengetahui bahwa para ulama salafussolih dahulu menghabiskan umur mereka dengan belajar dan berkarya semata-mata mencari ridho Allah Swt. Pemuda pelopor kebaikan ini menjadikan kitabullah sebagai pegangan dan temannya, pelera duka, dan penghibur hatinya. Shalat 5 waktunya selalu berjama’ah mulai takbirotul  ihram. Mereka adalah para pemuda yang haus akan ilmu pengetahuan lagi penuh dengan semangat yang menyala-nyala dalam memecahkan berbagai permasalahannyadan gemar melakukan penelitian. Mereka selalu memanfaatkan waktunya untuk hal-hal yang berguna dan tidak pernah mau melewatkan untuk menghadiri pengajaran-pengajaran yang mengandung hidayah, kebaikan dan ceramah-ceramah keilmuan dan keimanan.
Inilah potret kehidupan pemuda muslim. Sekarang tanyakan pada diri kita, ada di posisi manakah kita saat ini? Apakah kita termasuk golongan orang yang menganiaya diri sendiri, atau golongan orang yang bersikap pertengahan?, atau mungkin golongan yang mempelopori kebaikan? Mari introspeksi diri kita, semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin…