Rabu, 19 Mei 2010

Tiada Kenal Henti


Ikhwah… bisa antum bayangkan bagaimana Rosululloh dan para sahabatnya mempersiapkan perang Khandaq hanya dengan 6 hari. Perjuangan mereka bukan hanya tiada henti tapi betul-betul memaksimalkan dan totalitas yang tinggi. Dalam 6 hari juga para sahabat menggali parit dengan lebar 6 meter dan dalam 3 meter untuk menghindari lompatan2 kuda musuh. Antum bisa bayangkan…!!!

Itu adalah kerja yang berat dalam mempertahankan dinullah.

Antum juga bisa mengambil ibroh dari peristiwa Nabi Musa. Ahli strategi perang manapun ketika mereka di kejar oleh musuh maka mereka akan lari ke arah atas atau gunung, tapi hal ini bertolak belakang dengan apa yang dialami Nabi Musa dan pengikutnya yang justru mengarah ke pantai atau laut.

Fir’aun dengan mantap dan yakin bisa mengejar dan menghabisi Musa dan pengikutnya. Nabi Musa juga tidak pernah punya rencana untuk membelah lautan. tapi Alloh (sang Maha Penguasa, Raja dari segala Raja) punya rencana yang di luar dugaan Nabi Musa dan pengikutnya.

Ikhwah….
dari 2 peristiwa tadi, bisa kita simpulkan bahwa dalam memperjuangkan dakwah ini, minimal kita harus mempunyai 2 hal optimisme :
1. bahwa kita optimis, ketika kita memaksimalkan (habis-habisan) dalam agenda-agenda dakwah, maka menjadi sebuah alasan bagi Alloh untuk memenangkan dakwah ini
2. bahwa kita optimis, ketika kita (sebagai pejuang dakwah) dalam kondisi terjepit, maka yakinlah bahwa dibelakang kita ada Alloh, yang bisa jadi Alloh punya rencana lain, yang di luar dugaan kita.
Sekarang yang menjadi pertanyaan bagi kita semua adalah apakah kita sudah optimal dalam agenda-agenda dakwah ?????

Antum sendiri yang bisa menjawab pertanyaan ini.
Jangan harap pertolongan Alloh itu datang, kalau kita sendiri setengah-setengah dalam mensukseskan agenda-agenda dakwah.

Allohu Akbar !!!
*Kutipan diambil dari taujih ust. Anis Matta