Minggu, 12 Juli 2009

Have a Dream!

Antara impian hari ini dan kenyataan hari esok akan selalu memiliki irisan. Akan ada kesamaan-kesamaan dari apa yang kita impikan hari ini dengan kenyataan esok hari. Karena itulah adanya sebuah tuntutan untuk tetap memiliki mimpi besar yang dibarengi dengan kerja besar. Tapi tetap semuanya berawal dari apa yang ingin kita capai. Sebuah visi. Sebuah tujuan akhir dari perjalanan kita. Dari pergerakan kita.

Da’wah visioner, begitulah Ust.Rahmat Abdullah menggambarkan dalam bukunya. Ketika segala amal jama’i yang kita lakukan berorientasi kepada satu tujuan bersama. Ketika segala potensi diri memang difokuskan untuk mewujudkan satu cita-cita besar.

Harga sebuah impian, tidaklah dilihat dari seberapa besar impian itu bagi orang kebanyakan. Tapi dari seberapa determinasi yang dimunculkan oleh pemilik impian itu sendiri. Seberapa gigih ia mau berkorban untuk impiannya itu. Sebuah pergerakan yang besar, tidaklah besar dari jumlah pengikutnya, melainkan seberapa dalam impian bersama itu bisa menyusup ke sanubari para kadernya. Memotivasinya untuk terus berkarya, mewujudkan impian itu.

Sebagaimana cara efektif dalam publikasi, cara termudah untuk tetap fokus pada impian itu adalah dengan merepetisinya pada setiap kesempatan. Membagi semangat yang sama agar semuanya mau bekerja. Menyebarkan rasa tanggung jawab untuk membuat impian itu menjadi nyata. Dengan tidak lupa mengemas impian itu menjadi suatu paket yang tetap dapat tercapai. Dengan tidak lupa mempersiapkan sebaik mungkin langkah-langkah riil menuju impian tersebut.

Impian memang tidak selamanya bisa diwujudkan, tapi adalah satu keberanian besar untuk mulai bermimpi. Bagaimana mungkin impian itu dapat terwujud jika sejak awal impian yang kita miliki sudah merupakan suatu yang kita pesimis terhadapnya. Adalah penting juga, suatu pergerakan mampu mendefinisikan impiannya tersebut.

Suatu pergerakan, dapat terus bergerak di rel pergerakannya selama ia memiliki impian besar yang ingin dicapai. Kerja besar untuk mimpi besar, demikian digambarkan dalam buku Panduan Da’wah. Karena memang bidang yang kita geluti ini bukan suatu yang main-main. Da’wah adalah suatu kerja besar yang butuh effort besar untuk menjalaninya.

Isy kariman aw mut syahidan!

-tbruhuljadid-

(Source: Aktivis Dakwah Facebook)

Minggu, 03 Mei 2009

MENUJU LDK EMAS 2010 (Tanggapan II)

MENUJU LDK EMAS 2010
Oleh: Lia Sulistiawati

i extremely agree with you...
wacana LDK emas yang baru-baru ini digulirkan, ku pikir hanya akan menjadi
wacana jika tak didukung oleh kader2 di dalamnya...atau jangan-jangan wacana itu
hanya di iyakan oleh beberrapa orang saja...halah

yupz akupun setuju...harus ada pemetean kader...seru tuh kalo anak LDK jadi
orang2 penting di semua UKM, kan enak mau ngadain tinggal pinjem...g usah
ribet...so,tidak ada lagi stigma exlusive pada anak2 LDK...jadi kalo saat ini
ada mba dan mas yang dibilang masih exlusive ya wajarlah...toh kitanya pun masih
menutup diri...Oow tapi bukankah Islam itu rahmatanlil'alamin, so islam terbuka
untuk siapapun dunk...so gmn kasusnya kalo kader dakwah terkesan "tertutup". so
from this moment, we have to aware of our condition...

jadi LDK emas akan tercapai kalo memang semua instrument LDK mendukung...

eh satu lagi...tampilan luar kita, aktifitas kita belum tentu menjadi daya tarik
mereka,,,kalo kita masih merasa kita yang wah...karena berbuat atas nama
dakwah...bener g tuh?...^_^...Upzzz jangan ada yang marah...y...he 1945x

MENUJU LDK EMAS 2010 (Tanggapan)

MENUJU LDK EMAS 2010
Oleh: Sabrina Mumtaz

Mari bicara masalah LDK.
Biarlah saya, yang sekarang hanya aktifis dakwah pengamat LDK ini ngobrol.
namanya juga ngobrol...jd maaf kalau ada salah kata atau ada yg tersinggung.
hehehehe...

LDK EMAS 2010
sebenarnya patut didukung dan diwujudkan. permasalahnya adalah apakah LDK Ummul
Fikroh siap menuju 'keemasan" itu?
saya pernah mendengar suatu statement bahwa,
banyak yang kalah perang bukan karena kurang senjata (minim fasilitas, sdm, dll)
tapi karena kita tidak tahu apa keunggulan dan kelemahan kita dan musuh kita.

Marilah kita runutkan dulu akar masalah yang ada di LDK UF
1. Peta Dakwah.
perlu sekali kita petakan basis LDK UF di kampus IAIN. Mulai dari Fakultas
tarbiyah, syari'ah, dan ushwah. Dimana letak kekuatan kita?

2. Database yang lengkap
gambaran umum kondisi LDK UF secara sosiografis da demografis itu lalu
dirunutkan sesuai jumlah kader, SDM kader, umur/semester, keahlian kader, dll..
ini berguna bila kita tahu kader kta lemah dan kurang di syariah, maka saat
PROSPEK tahun depan, bagaimana caranya kita harus menjemput bola
anggota baru lebih banyak dari fakultas syariah.

3. Program Kerja yang merakyat
jika LDK UF terkesan ekslusif maka buatlah program2 yang merakyat, yang
umum,atau dengan konotasi "umum"tapi "isinya khusus"

4. perluas jaringan dan pergaulan
selama ini kita mentok di situ2 saja. KAMMI, PKS, Al-Izzah, Peradaban, LAZ
HARFA, ayooo dimana lagi tempat nongkrong favorit kita???
nggak ada salahnya kalau kita memasuki dunia baru, siapa tahu dunia baru yang
kita masuki bisa terwarnai oleh "keharuman dakwah" yg kita bawa.
di GESBICA kader kita 0,
di MAHAPEKA 0,
padahal kalau mau bagus atraksi seni dll, GESBICA punya fasilitas memadai tuh,
kalau mau outbond juga nggak susah minjem, karena ada anggota LDK juga yang anak
Mahapeka. Tul ga?

5. Visi dan Misi LDK harus diperjelas lagi dan ditanamkan kembali (di refresh)
biar sejalan dan seirama menuju kesana.

6. pembagian tugas yang detail.
antara DK 1, 2, dan 3 harus saling menopang biar gerakan dakwah ini geliatnya
terasa oleh seluruh masyarakat kampus.

itu aja dulu deh..
ngobrolnya nanti dilanjut, key

MENUJU LDK EMAS 2010

MENUJU LDK EMAS 2010 (Bag I)
Oleh: Abdurrahman El-Hafid

Antara harapan dan kenyataan
Inilah adalah harapan baik yang mestinya dijadikan sebuah keyakinan untuk menuju
hidup yang lebih baik. Ini adalah bukti keseriusan kita dalam berdakwah,
mengatur serta memperhitungkan jangkauan kita untuk masa depan. Tidak ada
salahnya ketika kita memiliki mimpi besar untuk sebuah kebesaran yang baik. LDK
EMAS 2010 adalah sebuah konsep besar dakwah dalam era baru yang membutuhkan
strategi-strategi baru menghadapi permasalahan-permasalahan baru. Era dakwah
yang lebih professional, progresif dan kreatif. Era pembuktian dakwah kampus
untuk sebuah perubahan.
Melihat banyak agenda strategis pada tahun 2010 yaitu: pertama,akan
dilaksanakannya FSLDKN XV (Forum Shilaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional)
yang insya Allah akan dilaksnakan di Universitas Pattimura-Ambon. Kedua, akan
dilaksnakannya konferensi FSLDK Banten III. Agenda inilah sebagai salah satu
bagian terpenting untuk menunjukan masa-masa keemasan dari Lembaga Dakwah Kampus
di Indonesia.
Paling tidak, agenda LDK EMAS 2010 ini menjadi agenda penting bagai Lembaga
Dakwah Kampus “Ummul Fikroh” IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Sebagai
PUSKOMDA (Pusat Komunikasi Daerah) Banten, maka eksistensi sebagai PUSKOMDA
harus lebih terekspose dengan motivasi menuju LDK EMAS 2010. Ini adalah agenda
kita bersama, dan kita akan design bersama konsep serta gambaran nyata LDK EMAS
2010.
Kita harus optimis untuk sebuah perubahan. Ini adalah satu dari banyaknya cara
membangun dakwah di kampus. Namun, kita juga harus realistis melihat gambaran ke
depan dari berbagai kondisi yang ada. Kita juga mesti menawarkan alternative
yang baik, beralasan dan terukur. Oleh karena itu sebelum kita men-design konsep
tersebut, kita akan terlebih dahulu menganalisis sejauh mana pencapaian hasil
yang kita miliki melalui ukuran keunggulan dan kelemahan kita, serta melihat
sejauh mana peluang yang ada dan tantangan apa saja yang akan kita hadapi ke
depan.

Konsep Idealitas dan Realitas
Dalam menyusun sebuah konsep, kita juga ttidak bisa melupakan realita yang ada
di lapangan. Banyak orang yang mengatak bahwa konsep hanya ada di atas kertas,
hanya ideal dalam tulisan namun mentah di lapangan. Makannya terkadang ada
seorang konseptor yang dilemahkan pendapatnya karena orang tersebut teramat
ideal menyusun konsep. Padahal sesungguhnya begitulah knsep, dibuat seideal
mungkin untuk menjawab segala kemungkinan yang akan terjadi.
Begitu pula dengan harapan baik kita untuk mencoba membangun dakwah kampus,
sebuah skala kecil yang merupakan pembelajaran bagus untuk melihat lebih jauh
dakwah paska kampus di kalangan professional dan masyarakat umum.
Ini adalah tulisan pengantar untuk memberikan rangsangan bagi siapa saja yang
masih perduli akan dakwah kampus ke depan. Kalaulah bukan 2010 masa-masa
keemasan dakwah kampus, kita akan terus menyusun rencana strategis LDK EMAS
untuk masa yang akan datang.

Selasa, 28 April 2009

Renungan

Kawan,
hidup ini ternyata,tidak sekedar mengejar cita-cita pribadi saja
Di luar sana masih banyak orang tidak punya rumah
Masih banyak orang yang bahkan tidak tahu apakah besok pagi dia masih bisa makan

Masih banyak anak-anak yang bahkan tidak tahu sampai kapan mereka akan terus tidur beratapkan langit yang bahkan terkadang memuntahkan air dan beralaskan tanah yang keras

Masih banyak mereka yang masa depannya tidak jelas
Tapi sayangnya kita sering lupa akan hal itu

Seringkali kita hanya ingat dan berempati hanya saat penderitaan mereka disodorkan depan muka kita. Selebihnya, mungkin kita lupa. Padahal seharusnya kita lah yang mencari tahu. Kita yang mencari fakta-fakta, bukan menunggu untuk ditemukan oleh fakta. Tapi sayangnya, kenyataan yang sering terjadi adalah kita hanya menunggu.

Masih banyak mereka yang tidak mandi karena alasan-alasan yang mungkin bagi kita mudah saja, seperti air bersih, sabun, dll. Sedangkan kita pun mungkin secara sadar maupun tidak sering membuang-buang air bersih atau memiliki banyak sabun yang tidak terpakai. Masih banyak mereka yang tidak memiliki baju selain yang menempel di tubuh mereka dan kita masih sempat mengeluh ngeluh karena baju kotor yang menumpuk? Ingatlah kawan..itu artinya kita beruntung memiliki banyak baju.

Masih banyak mereka yang tidak memiliki orang tua dan kita terkadang sering menggerutu hanya karena ditegur orang tua?
Ingatlah kawan..itu artinya kita beruntung karena masih diizinkan Allah untuk mewujudkan rasa sayang dan membalas kebaikan orang tua kita.
Seringkali kita mengeluh dan mengomel karena kelelahan berjalan kaki. Ingatlah kawan..itu artinya kita masih punya kaki dan tubuh yang berfungsi dengan baik.

Apapun yang terjadi..
Seburuk apapun keadaan kita,,cobalah kita pandang dari sudut pandang yang berbeda
Dan kita akan menemukan dan pada akhirnya mengerti cara Allah menyayangi, mendidik, dan memberi yang terbaik untuk kita
Because we are loved

Tapi kenapa kita sering lupa?
Kenapa kita sering tidak berinfaq jika tidak diminta?
Kenapa tidak mencari tahu di mana kita bisa berinfak?

Kawan..
Hidup tidak hanya bersemangat berprestasi dalam bidang akademik, organisasi, atau pekerjaan
Semua itu bagus sekali namun semangat dan prestasi luar biasa itu tidak ada artinya bila implementasinya sama dengan nol
Tidak ada artinya bila ternyata kita sampai lupa dengan orang-orang di luar sana
Mereka yang menjadi korban kemerdekaan yang belum merdeka
Mereka yang menjadi korban para pejabat yg bagai kacang lupa kulitnya itu
Mereka yang terlupakan, mereka yg dibohongi, mereka yg tertindas, mereka yg terjajah oleh 'kemerdekaan' negeri ini

Kawan..
Bersyukurlah punya banyak makanan
Banyak sekali orang yg kelaparan di dunia ini
Di Ethiopia, India, Indonesia, atau bahkan mungkin beberapa meter dari tempat kita duduk saat ini
Jadi ingatlah kawan..Jangan sampai kita membiarkan makanan membusuk di kulkas atau menjadi basi di dalam lemari / tudung saji

Kawan..
Mari kita luangkan waktu..,,untuk bersyukur
Ya, untuk bersyukur
Karena selalu harus ada waktu untuk bersyukur
Jangan sampai kita bersikap tidak tahu diri
Jangan sampai kita rutin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman namun tidak ingat untuk berterima kasih kepada Allah

Kawan...
Mari kita menghargai setiap waktu yang terlewat karena waktu tidak dapat berputar kembali
Bahkan Leonardo Da Vinci pernah menyatakan keheranannya mengenai manusia yang sering tidur. Ia berpendapat manusia hidup tersebut seperti orang mati saja karena apa bedanya orang yang masih hidup dengan yang sudah meninggal apabila yang hidup juga tidak melakukan apa-apa (baca: sia2)?

Kawan..
Lihat ke negeri Palestina sana
Ke negeri para bayi yang terlahir untuk hidup di surga
Ke negeri yg para penghuninya waspada setiap saat terhadap pengeboman, penjarahan, pembunuhan, dan segala ketidakadilan yang dilakukan oleh orang2 yg mengatasnamakan perebutan kembali tanah milik mereka
Ke negeri yang pedih karena para muslim yg seharusnya bertitel saudara tidak bertindak seperti saudara (baca: tidak mendukung)

Kawan..
Sekali lagi, ingatlah..
Kita harus peka
Selalu lihat ke bawah tapi jangan lupa lihat ke atas juga
Selalu lihat ke depan tapi sesekali jangan lupa untuk menoleh ke belakang juga

In order to be a better person, we can't improve urself only without caring 4 others

Kawan..
Bayangkanlah kesepiannya mereka yang tidak memiliki keluarga, mereka yg dimusuhi, dikucilkan, apalagi kesepian dan kepedihan orang-orang yang ditinggal mati keluarganya yang terbunuh di depan mata mereka

Kawan...
Jangan terlalu sedih walaupun kadang orang suka meremehkan kita
Di belahan dunia di sebelah mana pun, banyak sekali orang-orang terbuang yg mungkin jauuuuhh lebih tersakiti daripada kita
Mereka dianggap hina
Mereka dipandang rendah
Entah berapa banyak cacian yg sudah mereka dengar
Perlakuan kasar yang mereka dapat juga tak terhitung
Lihatlah semuanya lebih dekat..dan kita akan sadar betapa sempurnanya hidup kita, paling tidak bagi diri kita sendiri

Oleh : Mariani Tri Agustina
www.dudung.net